Struktur, Tugas, dan Tanggung Jawab

STRUKTUR ORGANISASI K3L (MR & P2K3)
Dalam rangka pembinaan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Universitas Indonesia Depok telah ditunjuk seorang wakil manajemen/MR dan dibentuk suatu tim Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Tim P2K3). Tugas pokok tim ini adalah memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pemimpin perusahaan/manajemen di tempat kerja mengenai masalah-masalah K3L. Tugas dan wewenang Tim P2K3 diatur dalam Prosedur P2K3.
Tanggung jawab dan wewenang MR adalah

  1. Sebagai wakil dari manajemen dalam memastikan bahwa sistem manajemen K3L dilaksanakan dan dipelihara sesuai dengan persyaratan Permenaker 05/MEN/1996.
  2. Melaporkan kepada manajemen mengenai kinerja sistem manajemen K3L untuk ditinjau dan ditingkatkan.

 

UI OSHE Team selanjutnya bertanggung atas:

  1. Penyusunan Sistem Manajemen K3L UI
  2. Pelaksanaan Program-program K3L yang sesuai dengan risk assessment dan kebutuhan UI, seperti misalnya program keselamatan di laboratorium (laboratory safety), keselamatan transportasi, keselamatan di dalam gedung (building safety), ergonomi untuk setiap aktivitas di kampus, baik diruangan maupun dalam aktivitas belajar mengajar, seperti misalnya cara yang tepat bekerja dengan komputer, promosi kesehatan bagi sivitas akademika.
  3. Sistem pencatatan dan digitalisasi kecelakaan di kampus UI
  4. Adapun implementasi di tiap fakultas akan terintegrasi dengan sistem di tiap fakultas dengan mengikutsertakan top manajer (Manajer Fasilitas, Kepala Lab) di tingkat fakultas untuk mereview dan melaksanakan program K3L.

 

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB K3L
Perusahaan dan manajemen perusahaan menetapkan peran, tanggung jawab dan wewenang untuk pelaksanaan SMK3L yang efektif. Penetapan ini harus meliputi penyediaan sumber daya manusia yang cukup, finansial, dan membentuk organisasi K3 (P2K3).

Tanggung jawab K3L ditetapkan berdasarkan data yang tersedia pada struktur organisasi perusahaan dan kebutuhan elemen Sistem Manajemen K3L. Hasilnya harus pula memuat penjabaran tanggung jawab setiap personel  dan peraturan yang harus dijalankan.

1. Rektor (Managing Director)

  • Memastikan pelaksanaan kebijakan K3L yang telah ditetapkan
  • Membentuk P2K3 dan menugaskan personil yang ditunjuk sebagai wakil manajemen/MR untuk menjalankan Sistem Manajemen K3L secara berkelanjutan
  • Menjamin bahwa perusahaan memenuhi persyaratan peraturan perundangan K3L  yang berlaku
  • Melakukan tinjauan ulang (review) secara berkala terhadap keseluruhan kinerja K3L dan program K3L perusahaan
  • Meninjau kecelakaan/insiden serius dan memantau tindakan perbaikan
  • Berpartisipasi jika diperlukan dalam penyelesaian masalah K3L.

2. Dekan Fakultas (Manager)

  • Menjamin komitmen dan pelaksanaan K3L pada tingkat fakultas.
  • Melakukan pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan K3L kepada Rektor atau MR.
  • Menjamin tersedia dan dilaksanakannya prosedur, panduan teknis, dan persyaratan K3L sesuai dengan persyaratan peraturan perundangan dan ketetapan lain di universitas.
  • Menjamin dilakukannya identifikasi setiap proses kerja dan kegiatan yang mengandung potensi bahaya dan risiko terhadap keselamatan dan kesehatan karyawan dan upaya tindakan pengendaliannya.
  • Memantau dan meninjau ulang kinerja K3L dalam fakultas yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Memantau kinerja/aktivitas kontraktor di lingkungan perusahaan.
  • Menunjukkan komitmen terhadap K3L melalui partisipasi dalam diskusi formal dan informal, observasi tempat kerja dan inspeksi bahaya, dll.
  • Berperan serta aktif dalam investigasi kecelakaan, khususnya pada kasus major.
  • Berpartisipasi jika diperlukan dalam penyelesaian masalah K3L.
  • Menjamin setiap karyawan mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan akan kompetensi kerja dan karakter bahaya dari pekerjaannya.

3. Staf

  • Mematuhi setiap prosedur kerja, pedoman teknis, dan persyaratan K3L yang aman sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan diperusahaan.
  • Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan kerja bagi dirinya sendiri dan orang lain, baik pada saat di lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja (off the job safety)
  • Mengambil tindakan yang aman bagi diri sendiri dan orang lain yang dapat terpengaruh oleh tindakannya.
  • Melaporkan dengan segera setiap ditemukan kondisi berbahaya atau kondisi tidak aman di lingkungan kerja kepada atasan atau wakil P2K3 departemennya.
  • Berpartisipasi aktif dalam melaksanakan program-program K3L perusahaan.